Follow Us On     Facebook   Twitter  
Artikel
Ditulis pada 28 Maret 2012 - 12:54:53

Saat ini kondisi rumah sakit bersalin di kota Semarang banyak mengeluarkan limbah urine wanita hamil. Diperkirakan dalam satu rumah sakit perhari terdapat 50-100 orang yang mengeluarkan urine. Tiap orang mengeluarkan 100 ml, sehingga dalam tujuh rumah sakit di kota Semarang diperkirakan terdapat 350 -700 orang menghasilkan limbah urine wanita hamil yang mencapai 35000 s/d 70000 ml perhari. Limbah tersebut dibuang sebagai limbah cair di perairan umum atau di unit pengolahan limbah  ( UPL ) bagi rumah sakit yang sudah di AMDAL ( Analisis mengenai Dampak Lingkungan) yang belum jelas pemanfaatannya. Padahal, limbah urine wanita hamil mengandung zat tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kepentingan dan masih merupakan limbah yang sangat berbau dan mengganggu lingkungan hidup, sehingga perlu adanya terobosan baru dalam memperbaiki lingkungan hidup dengan mengekstraksi urine. Salah satunya sebagai sumber hormon HCG (Human Chorionic Gonado Tropin) dalam budidaya ikan lele.


Human Chorionic Gonado Tropin (HCG) adalah hormon gonadotropin yang diekstraksi dari urine wanita hamil yang berperan sebagai pengganti hormon gonadotropin yang berasal dari kelenjar hipofisa. Penyuntikan HCG ke dalam tubuh ikan lele akan merangsang terjadinya ovulasi pada ikan yang benar-benar telah matang gonadnya yang diharapkan produksi dan kualitas benih dapat meningkat. Melalui terobosan inovasi teknologi ini SMA Negeri 10 melakukan kajian ilmiah dengan memanfaatkan limbah urine wanita hamil sebagai sumber hormon HCG untuk produksi benih lele.


Upaya peningkatan kualitas anak didik di SMA 10 Semarang yang  sesuai dengan salah satu misi SMA Negeri 10 Semarang adalah meningkatkan Imtag dan Iptek, serta mengembangkan kegiatan keterampilan kecakapan hidup dan kewirausahaan. Untuk mencapai misi tersebut para siswa selalu berkeinginan untuk melakukan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan iptek yang berbasis kewirausahaan. Sehingga setelah anak didik (siswa SMA 10) lulus nantinya selain mampu menguasai ilmu dan teknologi juga mampu berjiwa wirausaha. Selain itu,  melalui mata pelajaran budidaya ikan lele (sudah masuk dalam mata pelajaran muatan lokal) sebagai penciri khas SMA Negeri 10 yang berbasis  kewirausahaan diharapkan dengan adanya kegiatan ini nantinya dapat membantu siswa mengembangkan bakat dan hobinya, juga mampu  meningkatkan keterampilan serta pendapatannya. Berdasarkan alasan tersebut dan didorong untuk selalu melakukan inovasi dan pengembangan teknologi, kelompok peneliti yang terdiri dari siswa siawi SMA 10 Semarang mengajukan judul penelitian “PEMANFAATAN LIMBAH URINE WANITA HAMIL SEBAGAI SUMBER HORMON HUMAN CHORIONIC GONADOTROPIN (HCG) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BENIH LELE UNGGUL JENIS SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS) ”.


Kajian tersebut merupakan upaya siswa dalam mengembangkan bakat dan inovasi teknologi pembenihan ikan lele dumbo jenis Sangkuriang yang mampu meningkatkan jumlah produksi (kuantitas) dan mutu produksi (kualitas) benih ikan lele unggul jenis Sangkuriang. Mengingat dengan meningkatkan kualitas  dan produksi benih melalui penyuntikan hormon HCG pada induk betina dan jantan dengan dosis 0,2 ml/kg induk akan memacu induk betina dan jantan melakukan pemijahan setiap saat, tidak tergantung pada musim. Keunggulan inovasi teknologi metode ini selain meningkatkan kualitas dan kuantitas (produksi) mencapai lebih dari 100% juga mampu diproduksi setiap saat, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Dengan teknologi ini satu induk ikan lele betina mampu menghasilkan produksi benih 20.000 s/d 30.000 ekor ukuran 5-7 cm yang dipelihara selama 1 s/d 1,5 bulan dengan harga Rp.125,-/ekor, nilai Rp.2.500.000,- s/d Rp. 3.750.000,- sehingga apabila 1 kolam ukuran 3 x 5 x 1,25 m diisi 2 induk betina maka mampu menghasilkan pendapatan 40.000 ekor s/d 60.000 ekor dengan nilai Rp. 5.000.000,- s/d Rp.7.500.000,- .


Keunggulan dari ikan lele  unggul jenis Sangkuriang  (Clarias gariepinus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling populer saat ini di masyarakat, karena memiliki beberapa keunggulan ditinjau dari aspek biologi, nilai gizi, teknologi budidaya, dan nilai ekonomi dan sosial budaya. Nilai gizi ikan lele termasuk tinggi dan baik untuk kesehatan karena tergolong makanan dengan kandungan lemak yang relatif rendah dan mineral yang relatif tinggi Dalam setiap 100 gram, kandungan lemak ikan ini hanya dua gram, jauh lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi (14 gram), apalagi daging ayam (25 gram).


Ikan lele unggul jenis Sangkuriang merupakan jenis ikan lele unggul yang dimanipulasi dengan kawin silang oleh Prof Dr. Kusman Sumandinoto pada awal tahun 2000 dengan mengawinkan F2 dan F6 dari spesies ikan lele dumbo, yang ternyata hasilnya sangat menakjubkan, yaitu mampu meningkatkan pertumbuhan dalam 2-3 bulan mencapai bobot sekitar 300 s/d 500 g dan tahan terhadap serangan bakteri dan parasit. Keunggulan yang lain adalah jenis ikan lele ini, bisa dibudidayakan dengan sumber daya air yang relatif terbatas dan lahan sempit, serta dengan kepadatan tinggi. Di warung pecel lele, ikan ini cukup ditampung dalam wadah dengan volume air yang minimal. Dalam lingkungan budidaya, ikan lele dapat cepat beradaptasi, dapat menerima beragam jenis makanan mulai pakan buatan hingga buangan berupa bahan organik, memiliki pertumbuhan yang cepat, mudah berkembang biak, dan relatif tahan terhadap serangan penyakit. Ikan ini dibudidayakan secara meluas, terutama di Jawa Barat dan Jawa Timur sebagai produsen utama di Indonesia. Dengan kemampuan mengambil oksigen langsung dari udara, ikan lele relatif mudah diangkut dalam keadaan hidup hingga sampai di konsumen.


Potensi lahan pekarangan di Sekolah SMA 10 sebagai lahan percontohan berwira usaha, sehingga apabila kegiatan ini berhasil memijahkan dan memelihara ikan lele sampai ukuran konsumsi (8-10 ekor/kg) dengan harga Rp. 10.000,- s/d Rp. 12.000,-, maka dengan modal sekitar Rp.1000.000,- s/d Rp.1.500.000,-,serta pembenihan lele dengan penyuntikan hormon HCG 1 kolam ukuran 3 x 5 x 1,25 m diisi 2 induk betina maka mampu menghasilkan pendapatan 40.000 ekor s/d 60.000 ekor dengan nilai Rp. 5.000.000,- s/d Rp.7.500.000,- .dalam satu siklus 1,5 bulan. Sehingga dengan adanya kegiatan pembenihan ikan lele ini selain siswa mampu mengembangkan jiwa wira usaha, juga mampu menguasai teknologi budidaya ikan lele dumbo jenis Sangkuriang.    


Permasalahan utama adalah siswa SMA 10 Semarang, tidak semuanya melanjutkan sekolah kejenjang Perguruan Tinggi, juga belum semuanya akan tertampung di pangsa kerja, sehingga perlu adanya kurikulum berbasis wira usaha (sebagai muatan lokal) untuk menunjang sistem PBKL (Pembelajaran Berbasis Kompetensi Lokal), sehingga siswa mampu mengembangkan jiwa wira usaha (sebagai SMA 10 plus) yang akan meningkatkan prestasi siswa, serta mampu meningkatkan kesejahteraan siswa.

Ada 4 Komentar

cara ekstraksi hcg dari urine
Dikirm oleh : wawan, tanggal 26 - 05 - 2012
judul penelitian yang unik, bisa dikembangkan tuh,,
cara ekstraksi nya bagaimana?
anggit
Dikirm oleh : anggit, tanggal 29 - 05 - 2013
salut Buat SMAN 10 Semarang,terus berkarya....Mohon di bagikan ilmunya biar bermanfaat ,tips pembuatanya.trims
dimana saya bisa mendapatkan hormon gonadotropin
Dikirm oleh : Hermawan Setiawan, tanggal 11 - 01 - 2014
mohon email balasan jika hormon anda memang diperjual belikan. berapanya, dan bisa dikirim luar kota tidak? saya domisili di solo
Manfaat urine ibu hamil
Dikirm oleh : iwan, tanggal 14 - 12 - 2014
mohon info cara mengawetkannya gimana agar bisa disimpan awet dan tahan lama..?
saya sudah mencobanya dan hasilnya sangat memuaskan dibanding dgn ovaprim.. mksih

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Judul :


Komentar :